WHY start your career from MARKETING
February 11, 2011 berakhirnya pelaksanaan magang marketing bagi peserta LST 2010/2011, mengapa harus magang di Marketing? Ini adalah pertanyaan yang sudah ribuan kali disampaikan baik oleh peserta LST maupun mahasiswa ketika mengikuti perkuliahan saya di materi kuliah Marketing Management. Karena selalu dislide awal presentasi saya selalu menunjukan bahwa 80 % yang menduduki level Top Manajerial adalah mereka yang pernah bekerja dibagian Pemasaran. Bukan mereka yang dari bagian Keuangan maupun bagian SDM. Namun demikian pelatihan magang ini tidak melulu untuk mengarahkan anda untuk menjadi karyawan di bagian Marketing di kemudian hari, namun membekali mereka dengan kemampuan dan atribut seorang ‘Marketer’, artinya apapun latar belakang kompetensinya dia memiliki kemampuan sebagai ‘marketer’.
Coba perhatikan beberapa hal yang dilakukan seorang pekerja dibagian pemasaran:
1. Selling – kemampuan menjual jelas, apapun bisnis yang dilakukan, sehebat apapun produk yang dihasilkan jika tidak terjadi ‘selling’ maka jangan berharap bisnis akan berkembang atau mendapatkan profit. Seorang pemasar harus memiliki kemampuan menjual. Namun ternyata ‘menjual’ tidak sekedar hanya menjajakan barang dagangan, pada prakteknya anda membutuhkan yang namanya KEBERANIAN, keberanian untuk mengalahkan diri sendiri dari rasa takut yang timbul yang ada dalam pikirannya yaitu: ditolak, dilecehkan, bahkan mungkin direndahkan. Kemampuan mengalahkan diri sendiri menjadi modal dasar untuk meraih ‘Selling Skills’ yaitu memiliki keberanian mengambil resiko. Mentalitas yang terbentuk dari tindakan berani ini akan mendorong anda untuk tidak mudah menyerah, mendorong anda untuk selalu memperbaiki diri agar orang lain mau menerima apa yang anda tawarkan. Ungkapan bahwa. ‘People buy person not buy product’ adalah sangat tepat dan anda telah mengalami sendiri betapa pentingnya kualitas pribadi kita dalam meningkatkan ‘selling points’ secara naluriah jika anda lakukan maka kemampuan presentasi produk, kemampuan memahami psikologi pembeli menjadi terbuka dan secara alamiah anda akan menemukan jawaban-jawaban dari permasalahan anda.
Sekarang anda bandingkan dengan orang-orang yang menjadi Top Manager ketika anda menemukan kemampuan menjual maka hal itu bisa digunakan dan diterapkan dalam melakukan pekerjaan bernegosiasi, menjalin kerjasama, berani mengambil keputusan. Artinya kualitas kemampuan menjual hanya ada ketika kita bekerja di pemasaran.
2. Products – kemampuan menjual tanpa disertai dengan produk baik jasa maupun barang adalah suatu hal yang tidak mungkin. Namun yang terpenting dari produk ini adalah bahwa tentu sebelum memulai penjualan kita perlu memahami, mengerti dan menelaah produk yang akan kita jual, setiap produk memiliki ‘Competitive Advantage’ yang unik yang membedakannya dengan produk lain, disamping itu anda juga akan mempelajari kelemahan produk itu sendiri (ingat tidak ada buatan manusia yang sempurna, hanya ciptaan Allah SWT yang sempurna). Dengan mempelajari keunggulan dan kelemahan produk maka secara naluriah kita akan menemukan beberapa strategi pemasaran yang ingin akan kita terapkan untuk melakukan penjualan. Kemampuan mengambil keputusan serta penerapan strategi bisnis adalah kualitas yang dimiliki oleh level manajerial puncak (TOP MANAGER). Dengan demikian ketika kita bekerja dibagian pemasaran maka secara langsung kita telah berlatih melengkapi kualitas diri kita sebagai Top manajer. Karena bagaimanapun juga bisnis pasti membutuhkan suatu produk untuk dijual entah itu jasa atau suatu barang.
3. Personal Quality – seperti sudah disinggung pada poin pertama bahwa menjual membutuhkan kualitas pribadi diatas rata-rata, dengan melakukan kegiatan pemasaran kita sedang secara bertahap melengkapi kualitas diri kita dengan pribadi yang ‘menjual’, apa itu pribadi yang ‘menjual’ dalam melakukan kegiatan presentasi penjualan tentu anda dituntut, untuk selalu tampil percaya diri, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta pribadi yang menyenangkan. Hampir setiap pemasar tentu memiliki pribadi yang menyenangkan, karena kita sendiri dalam keseharian kita tentu pernah melakukan hal berikut:
a. Membeli produk disuatu toko kemudian batal membeli dan pindah ke toko yang lain untuk produk yang sama hanya karena pelayanannya tidak menyenangkan.
b. Memperhatikan penampilan si penjual ketika dia mempresentasikan produknya. Bayangkan seseorang menawarkan produk shampoo namun ketika presentasi dia garuk-2 kepala terus adakah keyakinan anda untuk membeli produk shampoo tersebut saya jamin tidak.
Pada hakekatnya ketika kita mempresentasikan produk yang kita jual, maka yang terlihat oleh calon pembeli adalah bahwa anda adalah personifikasi dari produk tersebut. Jadi membekali diri dengan kemampuan pemahaman produk serta tehnik pemasarannya serta merubah penampilan menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan menjadi suatu hal yang mutlak dalam pemasaran, ditunjang dengan kemampuan komunikasi presentasi pemasaran yang menarik. Bekal pengetahuan produk akan menjadikan anda seseorang yang loyal terhadap produk tersebut, bisa jadi atasan anda akan melihat anda sebagai personifikasi dari image atau brand perusahaan, maka sudah tentu anda akan dianggap sebagai asset perusahaan, tidak ada jalan lain sebagai rewardnya selain jaminan karir yang terbuka untuk anda.
Uraian diatas sudah jelas, bahwa bagi anda seorang mahasiswa tentu berniat untuk suatu ketika mampu memiliki kemandirian dalam hidup dan jaminan karir yang menjanjikan masa depan yang lebih cerah, tentunya bekal pengetahuan dan pendidikan dibangku kuliah akan menjadi sia-sia ketika anda TIDAK MAMPU MEMASARKAN DIRI ANDA SENDIRI, sejatinya ketika kita menghadapi wawancara kerja, maka kita sedang memasarkan kualitas diri kita, apalagi bagi mereka yang memiliki niat berwirausaha kemampuan pemasaran tidak bisa ditawarkan lagi untuk menjalankan dan mengembangkan usaha anda, namun saying masih banyak yang menganggap pekerjaan pemasaran adalah pekerjaan yang sia-sia, buang waktu dan sebagainya. Sebenarnya mereka yang menghindari pekerjaan dipemasaran adalah sama dengan berusaha menghindari ketakutan dalam dirinya sendiri yaitu takut gagal karena akan menghadapi penolakan. Haruslah disadari bahwa kita harus senantiasa membiasakan diri kita untuk melakukan pekerjaan yang sulit karena hanya merekalah yang memiliki kemampuan jika sudah berhasil mengatasi kesulitan. Pengetahuan kita baru bermanfaat ketika kita menghadapi kesulitan dan masalah, maka jika itu kita jalani maka pengetahuan akan menjelma menjadi kemampuan dan pada saat itulah segala peluang akan terbuka lebar dengan sendirinya.
Ugik sugiharto
(semoga bermanfaat)
0 comments:
Post a Comment