Pentingkah Kuliah ? part 2

Kuliah, adalah tingkatan pendidikan yang dijalani setelah selesai pendidikan menengah atas. Kuliah, berdasarkan frase pengucapannya yang jika ditelusur berasal dari istilah ‘college’ jenjang pendidikan setelah ‘high school’. Masa dimana kita tidak lagi mencari jati diri dibandingkan jika kita masih duduk diusia sekolah menengah atas. Pilihan jalur pendidikan tinggi apapun jurusannya yang dipilih adalah menjadi dasar jati diri kita. Makna ini menjadi penting karena kita telah memilih, menentukan jalur kompetensi, keahlian, dan ‘educational background’ yang akan kita tulis didalam ‘Daftar Riwayat Hidup’ kita nantinya, meskipun hal ini bukanlah suatu jaminan mutlak dalam meraih impian, tetapi dalam perjalanannya hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi pembentukan jati diri yang sudah kita tentukan sebagai dasar kompetensi kita.
Sebagian mengatakan bahwa kuliah itu penting sebagian lagi berpendapat bahwa pengalaman yang didapat sebagai ‘life skill’ lebih penting dibandingkan dengan kuliah. Manakah yang benar: jawabannya adalah bahwa keduanya ‘benar’ karena pada hakekatnya keduanya juga mendapatkan ilmunya dari pengalaman.
Teori terbentuk karena adanya praktek yang telah dilakukan sebelumnya yang kemudian dikodifikasikan dalam bentuk pustaka. ‘Life skill’ yang diperoleh karena ‘trial and error’ dalam menjalani kehidupan yang kemudian mengkristal menjadi suatu pengalaman jika ditelaah pada hakekatnya juga menjadi teori dalam dirinya membentuknya sebagai ‘SOP – standard operating procedure’ dalam menghadapi permasalahan hidupnya menumbuhkan, membentuk karakter kepribadiannya. Artinya kedua pandangan tersebut sama-sama benar namun ‘impact’ yang akan didapat akan berbeda. Karena kedua pemahaman tersebut berangkat dari pandangan yang berbeda, mereka memilih kuliah karena adanya pertimbangan ekonomi mampu meneruskan pendidikan tinggi, sedangkan pandangan ‘Life Skill’ karena keterbatasan ekonomi sehingga memilih jalur ‘survival’ dengan langsung terjun ke dalam persaingan didalam masyarakat lebih dulu dibandingkan dengan yang mengambil kuliah.
Jika kita dihadapkan pada pilihan manakah yang harus kita jalani maka jawabannya adalah: keduanya harus kita jalani secara bersama-sama. Bentuk pendidikan yang sebenar-benarnya adalah pengajaran yang berusaha mengkombinasikan keduanya (teori + life skill).
Syaratnya yang utama adalah terletak pada dosennya kombinasi teori dan pengalamannya menjadikannya kuliah menjadi suatu kebutuhan penting, teori bisa didapat dari pustaka dan internet namun pengalaman dosennya hanya dapat ditemukan dalam perkuliahan maka jembatan komunikasi dua arah menjadi komponen utama terjadinya pembelajaran. Redefinisi peran dosen menjadi hal mutlak yang harus dilakukan, dosen tidak lagi hanya sebagai ‘center of the class’ dan mahasiswa tidak lagi dilihat hanya sebagai obyek, dosen harus memiliki peran sebagai ‘educator’, ‘consultant’ sekaligus ‘mentor’ kepada mahasiswa yang menjadi tanggung jawabnya.
Lalu apa yang akan terjadi jika kita hanya memilih salah satu saja:
Pilihan pertama jika kita hanya mengikuti perkuliahan saja dengan model klasik, maka teori yang kita dapatkan hanya akan bagus dilembar jawaban ujian namun akan menjadi tumpul ketika menghadapi dunia nyata. Hal ini disebabkan karena perbedaan yang sangat mungkin muncul ketika teori yang dijadikan acuan tidak berproses dalam mengadaptasi perubahan yang terjadi seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan jaman. (ingat: teori adalah merupakan pengalaman masa lalu).
Pilihan kedua, yaitu ‘life skill’ mendapatkan ilmu dari pengalaman yang dialami secara langsung, pertanyaan yang muncul berapa lama waktu yang dibutuhkan sehingga anda bisa menemukan dan memahami permasalahan yang anda hadapi ketika anda berjuang meraih apa yang anda inginkan, tentunya anda tidak mau hanya mendapatkan yang ala kadarnya, kualitas hidup anda harus mengalami peningkatan betul? Dan ingat pada suatu saat sangat mungkin bahwa anda akan berusaha mencari teorinya ketika anda menghadapi permasalahan yang anda tidak menemukan jawabannya didalam diri anda sendiri. Namun ketika kesadaran untuk mencari teorinya sudah dimanakah posisi kita atau berapakah usia kita pada saat itu?
Pendidikan sebenarnya adalah belajar untuk menghadapi resiko, me-manage resiko, atau bahkan mengurangi resiko yang dihadapi dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Pendidikan sangat memahami resiko yang ada dalam kehidupan. Resiko muncul karena adanya ketakutan dalam diri dan rasa takut muncul karena kita tidak memiliki informasi yang memadai terhadap hal-hal tersebut. Jadi ketakutan adalah anugerah terbesar dari yang Maha Kuasa bahwa kita diingatkan untuk selalu menjadi manusia pembelajar. Sumber kekuatan manusia adalah terletak pada kelemahannya yang dengan segala upaya berusaha untuk ‘survive’. Tengoklah ketika kita menjalani pendidikan dasar betapa lemahnya kita pada saat itu, namun naluri manusia untuk berkembang dan mempertahankan hidupnya mendorong kita menjadi manusia mandiri.
Kombinasi antara kuliah dan ‘life skill’ akan mendorong dosen untuk selalu melakukan ‘up-date’ terhadap ilmunya, dan mahasiswa dituntut untuk melihat dari sudut pandang dirinya dalam mengaplikasikan ilmu yang diterimanya kemudian berproses didalam perubahan jaman seiring dengan perkembangan yang dialaminya yang dipandu oleh dosennya. Jadi jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dosennya dalam apapun, hal ini akan terjadi proses pembelajaran bagi keduanya masalah yang dihadapi mahasiswa mungkin menjadi ilmu baru bagi si dosen untuk dipecahkan, bagi mahasiswa akan memiliki pemahaman bagaimana dosen menunjukan proses evolusi dari ilmunya dalam menyelesaikan masalah yang disodorkannya.
Peran pendidik sebenarnya berusaha melindungi anak didiknya dari bahaya dirinya sendiri, karena masa muda selalu penuh dengan tantangan dan godaan yang menyesatkan. Serta menginspirasinya untuk menumbuhkan pemikiran konstruktif dalam diri mahasiswanya yang akan membentuk kualitas pribadinya. Sehingga pada saatnya ketika mahasiswa tersebut dilepas untuk berproses dalam persaingan hidup dan menghadapi perubahan jaman maka kemandiriannya akan selalu terjaga.
Semoga bermanfaat
0 comments:
Post a Comment