Silahkan Download Materi Kuliah

July 23, 2009

Pokok Pokok Pikiran Mengapa STIE GICI Business School Mempertahankan UU BHP

  1. Pendidikan adalah Barang Publik yang mempunyai pengertian umum bahwa pendidikan memerlukan adanya PARTISIPASI MASYARAKAT. Kata Publik mempunyai pengertian Pemerintah, Masyarakat atau Umum. Prof. Said Zainal Abidin, Ph.D mengatakan: "Istilah Publik dalam rangkaian kata Public Policy mengandung 3 konotasi: PEMERINTAH, MASYARAKAT dan UMUM. Ini dapat dilihat dalam dimensi Subyek, Obyek dan Lingkungan dari Kebijakan" (Kebijakan Publik, 2005)
  2. UU Badan Hukum Perguruan tinggi telah menempatkan pengelolaan pendidikan formal Pendidikan Tinggi untuk melakukan transformasi jiwa entrepreneurial kedalam perguruan tinggi. EntrepreuItalicnership dalam kebijakan publik (Osborne, 1992) mempunyai pengertian upaya meningkatkan sumber daya ekonomi, sosial, budaya, politik dan manusia dari yang produktif menjadi lebih produktif.
  3. UU BHP sebagai solusi dan jalan keluar bagi STIE GICI Business School dalam bidang pendidikan karena adanya kevakuman dasar hukum Yayasan sejak tahun 2007 sehingga ada kepastian tentang status badan hukumnya.
  4. UU BHP cermin dari adanya semangay demokratisasi penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat sebagai ciri dari masyarakat dan Negara yang demokratis.
  5. UU BHP telah mengubah paradigma pendidikan tinggi dari sekedar "memproduksi sarjana" menjadi "Sarjana Plus yang berjiwa mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha" sehingga para lulusan tidak lagi menjadi Job Seeker tetapi berubah menjadi job creator.
  6. Dengan UU BHP Pendidikan tinggi tidak menjadi mahal, tetapi justru menjadi lebih murah karena Yayasan sebagai penyelenggaran pendidikan mempunyai dua wing dalam penyelenggaraannya. Wing pertama adalah yang disebut dengan Academic Entity yang mengurusi masalah proses pendidikan formalnya dan Wing kedua yang disebut dengan Business Entity yang mengurusi aspek bisnis diluar akademik yang menjadi tulang punggung pembiayaan Academic Entity. Dengan konsep ini sejak tahun 2004 sampai sekarang biaya pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa turun lebih dari 50 % dan pada saatnya nanti mahasiswa tidak akan dibebankan biaya sama sekali.
  7. UUUU BHP memberikan "warning" dan "guidance" agar Yayasan Pendidikan tidak melakukan praktek-praktek komersialisasi yang selama ini terjadi dimana lembaga pendidikan menjadi "cashcow" yang menjadikan biaya pendidikan menjadi mahal. Yayasan pendidikan harus kembali pada "track" yang benar sesuai jiwa dan semangat untuk mencerdaskan bangsa.
  8. UU Sisdiknas dan UU BHP memberikan peluang kepada swasta untuk menyelenggarakan pendidikan dengan konsekuensi mampu menanggung biaya investasi dan biaya operasional. Dalam menanggung biaya tersebut, kami tidak bertumpu pada iuran masyarakat, tetapi melakukan upaya inovatif dengan membuat dua wing yang justru membuat swasta menjadi lebih kreatif dan tidak bergantung sepenuhnya kepada bantuan pemerintah.
Demikian pokok-pokok pikiran ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab Yayasan Nusa Jaya dan STIE GICI Business School selaku masyarakat untuk turut memberikan pengabdiannya dalam proses menjalankan amanat UU 1945 mencerdaskan bangsa.

(courtesy of Mr. Nurdin Rifai) edited by Mr. Sugiharto

Read more...

July 14, 2009

The Living Entrepreuner Legend



Bob Sadino

Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.

Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk sekadar bertahan hidup.

Saat masa sulitnya, ia pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara ayam. Dari sanalah ia kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk berwirausaha. Ia pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak ayam.

Pada awalnya, ia menjual telur beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik, telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.

Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, ia percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.

Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teori sukses ia pun bisa jadi seperti sekarang.

Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar "harga" dengan perjuangan tanpa henti.

Posted by Yoliandri at 12:56 PM (sunday, December 2, 2007

(courtesy http://1001successstory.blogspot.com/2007/12/bob-sadino.html)

Read more...

Never Ending Journey

Pengaruh seorang pengajar tidak akan pernah tahu sampai kapan berakhir, blog ini dipersiapkan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa STIE GICI Business School yang karena lain dan sesuatu hal tidak dapat hadir didalam perkuliahan yang saya ampu dan para pembaca yang budiman yang karena lain dan sesuatu hal membuka situs blog saya ini.

Karena pada hakekatnya tehnologi memiliki dua sisi yang berlawanan mampu memberi manfaat bagi perkembangan umat manusia dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan manusia itu sendiri, sebagai pengajar tentunya saya memilih memanfaatkannya untuk kebajikan dengan menyebarkan ilmu yang saya miliki meskipun ilmu itu tidaklah sebanding dengan ilmu dari Sang Pencipta yang dapat kita lihat dari hasil ciptaanya di alam semesta ini

Blog Archive

LabPixies Clock

  © ugik thanks to for amazing template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP