Ohh Writing sampe Keriting
Pernahkah anda menerima sms yang berbunyi seperti ini ".....ma2xp pk hr ni bs ktmu ut rvisi skps sy pk thx ats wktuny...", sebagai seorang pendidik tentu saya mengelus dada beginikah gambaran anak muda sekarang, yang tidak lagi menghargai bahasa Nasionalnya sendiri. Saya yakin bahwa tentu masih banyak diluar sana yang pernah menerima sms beginian. Okelah kita berpikir positif saja karena mungkin ketika ber-sms sedang didalam perjalanan, atau melakukan aktivitas lainnya yang menuntut kecepatan karena keterbatasan waktu sehingga harus segera mengirimkan pesan.
Namun kebiasaan ini menjadi masalah tatkala katakanlah si mahasiswa tersebut mempraktekan gaya menulis smsnya didalam lembar essai-nya entah itu dalam ujian, tugas individu, atau karya tulis lainnya. Maka tentu pesan yang diinginkan oleh si penulis akan sangat mungkin menimbulkan kebingungan bagi si pembacanya ketika berusaha menterjemahkan pesan yang tertulis. Jika diperhatikan sebenarnya kemampuan menulis seseorang sangat berkaitan erat dengan kebiasaannya yang utama yaitu....membaca.
Jika seseorang jarang membaca entah itu buku, majalah, novel atau surat kabar, maka hal ini akan mempengaruhi gaya penulisannya yang cenderung:
- terlalu sederhana
- pengungkapan analisis yang dangkal
- keterbatasan kosa kata
- penyampaian sebab-akibat
- sering terjadi kata yang diulang beberapa kali dalam jarak yang dekat atau tidak sesuai dengan tema pesannya.
- tata bahasa yang cenderung 'tidak sopan'
Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita dimana saat ini bisa dikatakan ruang untuk berekspresi semakin luas namun kemampuan menulis seorang mahasiswa seharusnya bisa menunjukan intelektualitasnya sebagai seorang akademisi, kedalaman pengetahuannya, dan luasnya wawasan yang dimilikinya menjadi sebuah ironi jika mahasiswa sekarang lebih suka melakukan demo dijalanan dibandingkan dengan memaparkan analisisnya terhadap suatu masalah dengan menulisnya entah itu didalam suatu jurnal ilmiah, makalah, ataupun mungkin dalam postingan di blognya sendiri.
Era kemajuan teknologi informasi, seharusnya mampu mendorong mahasiswa menjadi lebih piawai dalam hal menulis, karena ruang untuk menulis menjadi terbuka luas dengan adanya internet, ilmu dapat dibagi, curhat dapat dituangkan dengan lepas namun tetap dalam koridor ilmiah maupun intelek. Lalu bagaimana dengan kasus Prita dan Luna Maya, jika dicermati kasus tersebut adalah gambaran bahwa negeri ini masih terdapat anomali, Prita Mulyasari dan Luna Maya membutuhkan ruang untuk menumpahkan segala yang menjadi bebannya entah itu mengenai ketidak-adilan, yang tidak terfasilitasi dengan baik oleh perangkat yang terdapat di negeri ini yang mau menerima pengaduan, keluh kesahnya, beban batinnya yang ingin dibagikan, manakalah hal itu tidak ditemukan maka internet menjadi saluran terdekat yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan pesan.
Namun begitu sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan luas mahasiswa tentu memiliki kemampuan menyampaikan sesuatu dalam bahasa tulisan. Lalu mengapa harus tertulis? Nah disinilah letak dimana keluasan wawasan seseorang dapat terlihat:
- Dengan bentuk tertulis, maka si mahasiswa dapat dengan lugas dan jelas memaparkan permasalahannya dengan detil dan batasan-batasan yang ditentukannya sendiri, sehingga pencapaian titik pokok suatu permasalahan dapat terlihat dengan terperinci dan fokus.
- Pengungkapan latar belakang analisis dari suatu permasalahan dapat termuat dengan pemaparan yang menyertakan berbagai pandangan atau pertimbangan dari sumber lain yang terpercaya sebagai referensi dasar logis suatu alasan yang tentunya sudah teruji.
- Dan tentunya jika didalam uraian permasalahan tersebut pastinya si penulis sudah memiliki gambaran sendiri mengenai bentuk penyelesaian suatu masalah yang ingin disampaikannya.
- Bagi si pembacanya tentunya memiliki gambaran yang detil dan terarah mengenai suatu permasalahan, serta memiliki cukup waktu untuk melakukan pengambilan keputusan atau sekedar menjadi pertimbangan dari sesuatu hal.
Artinya sebagai mahasiswa bahwa kemampuan menulis merupakan keahlian yang tidak bisa ditawar.

0 comments:
Post a Comment