Silahkan Download Materi Kuliah

November 30, 2009

Pentingkah Kuliah?



Kuliah.....kata ini akan mengandung pengertian bahwa kuliah adalah jenjang pendidikan tinggi, yang selalu berkonotasi dengan gelar sarjana, jurusan, program studi. Jika gelar yang menjadi nilai yang harus diraih, maka kuliah menjadi tidak bernilai, namun jika gelar dianggap sebagai akibat dari sebab kuliah, maka gelar menjadikannya sebagai sebuah pengakuan atas suatu pencapaian.

Di negara yang serba jungkir balik seperti di Indonesia, gelar pendidikan menjadi penilaian yang tak lebih sebagai gelar strata sosial dimasyarakat, tetapi tidak menjadikannya sebagai derajat yang terpilih untuk layak disebut kaum terdidik dan terpelajar, tengoklah perilaku para pejabat yang melakukan tindak korupsi, anggota DPR yang bertengkar tanpa dilandasi pemahaman kesopanan dan intelektual yang memadai dan hanya sekedar bicara sekenanya, mahasiswa yang demo anarkis yang mudah terpancing secara emosi yang memiliki gelar pendidikan tinggi. Lalu apa yang ingin kita cari dari kegiatan yang disebut kuliah.

Tayangan sinetron kita adegan kuliah hanyalah sebagai backdrop layaknya panggung pentas yang tidak menjadi cermin peran artisnya sebagai mahasiswa yang dengan entengnya membawa mobil mewah kuliah, berdandan menor dan rebutan pacar...menyedihkan.

Manakah yang salah sistem pendidikan kita yang semakin bobrok karena mengedepankan materialisme, atau instant intelektual melalui gelar (hal ini juga yang mendorong menjamurnya jual-beli gelar, jual-beli skripsi), metode perkuliahannya, atau mungkin dosen pengajarnya, atau kebijakan pemerintah yang tidak jelas visi dan arah pendidikan kita, atau dosen mengajar hanya sekedar bertahan hidup agar tidak mati karena perut kosong...?

Jika kita mau sejenak memikirkan bahwa pendidikan adalah fasilitator segala perubahan, maka mau tidak mau pendidikan harus mengedepankan makna positif dari segala perubahan, maka kuliah menjadi harga mati. kadang kita melupakan bahwa kuliah pada hakekatnya adalah komunikasi dua arah, saat ini mahasiswa dituntut untuk lebih aktif demikian juga dengan dosennya, saling memaknai suatu masalah agar dapat menemukan nilai dari kuliah tersebut yang akan dapat digunakan oleh si mahasiswa untuk meraih impian dan meningkatkan kualitas pribadinya, demikian juga bagi si dosen dengan lebih memahami latar belakang pribadi mahasiswanya, mengenali kekuranganya dan mendorong kualitas kelebihan dan kemampuannya, maka sinergi yang terjadi akan menumbuhkan kekuatan positif yang dahsyat. Namun hal ini memerlukan proses yang sangat kompleks dan rumit yang membutuhkan pemahaman dan penerimaan dari masing-masing pihak atas perannya masing-masing dalam perkuliahan.

well, hal diatas adalah sebuah idealisme dalam suatu pendidikan, namun bukan tidak mungkin untuk dicapai, karena kenyataannya jual beli gelar, ijazah, skripsi, dosen yang terlalu kaku dalam mengajar, mahasiswa yang hanya hadir untuk sekedar absen, mahasiswa yang hanya copy paste dalam mengerjakan tugas, mahasiswa yang hanya bisa menyalahkan dosennya, dan dosennya yang hanya menilai mahasiswanya dari apa yang tertulis saja tanpa mempertimbangkan nilai pribadi dari sikapnya, mahasiswa yang lulus kemudian antri di job fair, mencari joki dalam ujian masuk CPNS, mahasiswa yang tidak bisa menemukan kemandirian dalam mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya

Jadi dimana pentingnya kuliah, kuliah seharusnya menjadi cermin bagi kedua belah pihak, dosen sebagai role model bagi mahasiswa dan mahasiswa mengadopsi pengalaman dan pengetahuan dosennya menjadi modal untuk menghadapi tantangan masa depannya.

semoga menjadi renungan bagi dosen dan mahasiswanya

0 comments:

Never Ending Journey

Pengaruh seorang pengajar tidak akan pernah tahu sampai kapan berakhir, blog ini dipersiapkan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa STIE GICI Business School yang karena lain dan sesuatu hal tidak dapat hadir didalam perkuliahan yang saya ampu dan para pembaca yang budiman yang karena lain dan sesuatu hal membuka situs blog saya ini.

Karena pada hakekatnya tehnologi memiliki dua sisi yang berlawanan mampu memberi manfaat bagi perkembangan umat manusia dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan manusia itu sendiri, sebagai pengajar tentunya saya memilih memanfaatkannya untuk kebajikan dengan menyebarkan ilmu yang saya miliki meskipun ilmu itu tidaklah sebanding dengan ilmu dari Sang Pencipta yang dapat kita lihat dari hasil ciptaanya di alam semesta ini

Update News

  © ugik thanks to for amazing template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP