Evaluasi DIKLAT 12 Desember 2007
Evaluasi dan Opini saya terhadap DIKLAT di Yogya setahun yang lalu.
Fokus utama program diklat instruktur kursus TIDAK TEPAT pada sasaran yang ditentukan dalam tema Diklat yaitu membentuk instruktur yang Professional dan Bermartabat secara 70% dari total waktu diklat dan selebihnya yang 20% sudah menyentuh pada sasaran meskipun jika ditelaah lebih lanjut masih ada beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa paparan yang saya dapat selama mengikuti diklat yang merupakan hasil Observasi dengan posisi sebagai peserta Diklat Instruktur:
Materi Diklat merupakan hal utama yang menyentuh pada tema pokok yang telah ditentukan dalam hal ini. Jika diperhatikan beberapa materi sebenarnya sudah sesuai dengan kebutuhan peningkatan kualitas instruktur namun masih ada beberapa kekurangan misalnya yaitu tidak adanya materi microteaching yang notabene merupakan materi utama menyentuh pada aplikasi kompetensi dari instruktur (Note: Diklat adalah kepanjangan dari Pendidikan dan Latihan, tapi yang terjadi adalah hanya Pendidikannya saja, Latihannya bisa dikatakan tidak ada)
Solusi:
- Ke-depan jika akan menyelenggarakan tema yang sejenis sebaiknya lebih dipikirkan secara matang materi apa sajakah yang harus disajikan kalau perlu melibatkan instruktur sendiri tentunya dipilih instruktur yang telah memiliki pengalaman dan jam terbang yang sudah mumpuni (istilahnya: Battle Proven)
- Materi Diklat hendaknya dibedakan antara materi yang lebih mengarah pada sisi instruktur dengan materi yang mengarah pada sisi peran pengelola, karena dalam prakteknya pengaruh instruktur terhadap kebijaksanaan pengelola adalah kecil, Karena pengelola lebih menilai pada kinerja instruktur sedangkan instruktur lebih kepada implementasinya sebagai pengajar saja dengan program yang sudah ditentukan dan disesuaikan dengan kompetensinya.
Beberapa materi lebih bahkan ada yang cenderung ditujukan kepada Pengelola kursus, yang dalam hal ini peran instruktur sangat kecil dalam hal penentuan yang berhubungan dengan kebijaksanaan pengelolaan program kursus. karena sesuai dengan main role-nya instruktur mengajar sesuai dengan program yang telah ditentukan oleh pengelola lembaga kursus.
Solusi:
- Desain materi yang akan disajikan sebaiknya lebih dulu dilakukan pendalaman sebelum disampaikan dalam forum agar terjadi kesesuaian antara kebutuhan dan obyek penerimanya dalam hal ini obyek dari forum diklat adalah instruktur.
- Materi yang disampaikan untuk instruktur sebaiknya yang secara khusus mengarah ;kepada peningkatan kompetensi diri instruktur kursus, peningkatan wawasan, dan peningkatan kualitas secara menyeluruh pada diri instruktur.
-
Nara-sumber yang tidak memahami substansi dari tema yang berfokus pada peran instruktur didalam lembaga. hampir sebagian besar nara-sumber tidak memiliki pengalaman yang memadai yang berhubungan dengan pelaksanaan kursus, sehingga pemberian materi yang lebih ber’sense’ ke permasalahan yang berhubungan dengan instruktur sangat kurang sekali.
Sebaiknya nara-sumber memiliki kualifikasi sebagai berikut;
1) memiliki pengalaman yang lebih pada applied based methods yang secara umum dapat digunakan oleh peserta diklat instruktur yang disparitasnya sangat tinggi. namun secara khusus mampu meningkatkan kemampuan mengajar dari instruktur tersebut yang mengarah pada peningkatan kompetensi intinya.
2) memiliki pengalaman sebagai instruktur sehingga ‘sense’-nya akan lebih mengena.
3) Menguasai pembentukan program pembelajaran, yang lebih diarahkan pada pencarian program yang ‘market oriented’. Dalam hal ini seorang instruktur disarankan untuk dapat mengembangkan ‘mind-map’-nya.
jikalaupun harus mendatangkan nara-sumber yang memiliki kualifikasi professor, sebaiknya didampingi moderator dari instruktur dengan tujuan untuk menyeimbangkan antara teori dari nara-sumber utama dengan prakteknya dilapangan. Demikian evaluasi yang ingin saya sampaikan dengan tujuan memberikan masukan sekaligus kritik dengan tujuan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas event yang akan diselenggarakan kedepan, dan tidak ada maksud lain selain dari bahwa bagaimanapun juga pengalaman saya sebagai instruktur yang tugasnya adalah mengajar tidak lain dan tidak bukan adalah GURU.
