Silahkan Download Materi Kuliah

April 16, 2008

Bahaya Merokok

Bahayanya jika anda merokok

Nikotin


Nikotin dalam 1 batang sigaret atau rokok sudah cukup untuk merenggut nyawa anak jika termakan dan terserap seluruhnya ke dalam system tubuhnya" kata Dr. Siegel. "Untungnya, nikotin terserap sangat lambat, dan anak-anak biasanya langsung memuntahkannya sebelum sempat menyerap racun-racun itu." Kendati begitu, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit jika dicurigai nmenelan nikotin. Selalu jauhkan sigaret atau rokok, permen karet nikotin (yang sepintas tampak seperti permen) dari jangkauan anak. Serta selalu buang atau bersihkan asbak

Jika teman dekat Anda minum racun dan tewas, Anda tentu tidak merasa khawatir akan ketularan racunnya. Lho bagaimana khawatir, wong Anda tidak minum racunnya sedikit pun. Tapi logika itu tak bisa diterapkan bagi teman Anda yang keracunan asap rokok. Anda tidak bisa menyatakan terbebas dari ketularan racun. Bagaimana Anda tidak khawatir ketularan wong Anda sering berjalan dan duduk berdampingan dengan dia sembari ikut menghirup asap rokok yang diisapnya

Kelihatannya memang sepele. Anda hanya ikut menghirup sedikit asap yang terbang dari mulut perokok dan ujung batang rokok yang dinyalakan teman atau orang di sebelah Anda. Walau sepele, jangan dikira akibatnya sepele juga.
Anda yang menghirup sedikit asap rokok tadi, dalam dunia penelitian ilmiah, dapat dikategorikan sebagai perokok pasif -- untuk membedakan dengan perokok aktif, yaitu si perokok tadi.

Perihal dampak asap yang dihirup perokok pasif ini, tahun lalu, Wake Forest University (WFU), North Carolina, AS, menerbitkan sebuah hasil penelitian yang menarik. Menurut tim peneliti WFU, peluang terkena penyakit penyempitan pembuluh nadi atau yang lazim disebut atherosclerosis bagi para perokok aktif dan pasif, sama.

Penderita atherosclerosis ini gejalanya sangat banyak. Dari suka gemetaran, lumpuh, kehilangan daya ingat, syaraf rusak, dan mati sebelah. Yang paling parah, jika penyempitan pembuluh darah itu terjadi di otak. Kemungkinan hidupnya amat kecil. Kalau pun bisa disembuhkan, kinerja syaraf otaknya sudah kurang normal. Atherosclerosis juga memicu munculnya penyakit lain, seperti jantung dan stroke. Dan harap dicatat: atherosclerosis merupakan penyebab kematian terbesar di AS.

''Asap rokok yang keluar dari mulut perokok dan ujung batang rokok terbukti secara signifikan menyebabkan atherosclerosis,'' tulis laporan penelitian yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association. Penelitian yang dilakukan pada 10.914 orang perokok pasif itu, memperkuat hasil penelitian sebelumnya mengenai topik yang sama bahwa para perokok pasif berpeluang sama terkena atherosclerosis sebagaimana perokok aktif.

''Ketika seseorang selesai bekerja di ruangan yang penuh asap rokok, ia tak sekadar pulang dengan baju yang berbau tak sedap tapi lebih buruk dari itu, ia membawa peluang besar terkena penyakit yang menakutkan,'' komentar seorang peneliti. Besarnya peluang itu mencapai 50 persen dibanding orang yang menghirup udara bersih.

Selama ini, orang menduga kandungan rokok yang berbahaya adalah nikotin, suatu senyawa kimia yang dalam keadaan normal berbentuk cairan tak berwarna yang rasanya pahit dan pedas. Senyawa ini bersifat aditif, menyebabkan ketergantungan. Nikotin inilah yang dianggap sebagai biang keladi penyakit atherosclerosis tadi.

Ternyata, berdasarkan penelitian terakhir, rokok mengandung puluhan bahkan ratusan unsur dan senyawa, termasuk pelbagai logam berat. Sedangkan tar, kandungan terbesar dalam rokok, merupakan senyawa kompleks yang mengandung pelbagai gugus kimia berbahaya.
Di dalam tembakau, misalnya, terkandung sedikitnya enam zat karsinogenik yang memicu pertumbuhan kanker [tar, fenol, hidrasin, benzopiren, toluen, nitrosamin]. Sedangkan zat yang bersifat racun tercatat: naftalen, gas nirogen oksida, formaldehid, dan sianida. Kandungan logam beratnya yang sangat beracun, misalnya timbal, arsen, dan titanium. Timbal dan arsen, termasuk senyawa logam berat yang amat berbahaya, karena bisa menimbulkan penyakit alzheimir dan bahkan bisa menyebabkan mutasi gen.

Dari gambaran data-data kimiawi tersebut, seharusnya orang bisa menyadari betapa berbahayanya merokok. Tapi kenyataannya? Perokok akan terus merokok, meski dia tahu bahaya yang menghadangnya. Dan yang menjeratnya untuk merokok adalah nikotin. ''Kita sebetulnya tak menjual rokok. Tapi menjual nikotin,'' ucap Williamson, peneliti pada industri salah satu rokok di AS.
Industri rokok bisa saja mengurangi kandungan tar, tapi tidak untuk nikotin. ''Kecenderungan ke arah rokok rendah tar menuntut ditemukannya cara untuk mempertahankan kenikmatan nikotin,'' tulis Lorilard Memorandum yang dikeluarkan industri rokok AS.

Gara-gara nikotin inilah, plus iklan yang menjerumuskan, perokok di dunia terus bertambah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada 1,1 miliar perokok di dunia -- 47 persen di antaranya pria, 12 persen wanita, dan sisanya anak-anak. Tapi belakangan ini, menurut Dr Robert Kim-Farley, utusan WHO di Jakarta, ada pergeseran persentase perokok. Kaum pria yang merokok berkurang, sementara wanita dan anak-anak yang merokok bertambah. Hal yang sama terjadi di Indonesia

Menurut Dr Daniati KS dari Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), 59,04 persen pria dan 4,83 perempuan usia 10 tahun ke atas adalah perokok. ''Kecenderungannya, jumlah pria yang merokok berkurang sedang wanita dan anak-anak makin banyak,'' ujar dokter ahli paru-paru ini.
Melihat perkembangan itu, wajar kalau kita prihatin. Masalahnya, seperti disebutkan di atas, rokok tak hanya meracuni sang perokok tapi juga orang-orang di sekitarnya. Karena itu tema, Tinggalkan Kebiasaan Merokok untuk memperingati ''Hari Tanpa Tembakau Sedunia'' hari ini, amat tepat.

Pada hari ini, masyarakat sedunia hendaknya tidak merokok sejak pukul 00.00 dini hari tadi sampai pukul 00.00 nanti malam. Media massa cetak dan elektronik juga, ujar Kim-Farley, diimbau tidak menayangkan iklan rokok. Mudah-mudahan momentum ini bisa menyadarkan manusia akan bahaya di balik kepulan asap yang membahayakan itu. ''Leave the Pack Behind,'' tulis WHO.

Read more...

Never Ending Journey

Pengaruh seorang pengajar tidak akan pernah tahu sampai kapan berakhir, blog ini dipersiapkan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa STIE GICI Business School yang karena lain dan sesuatu hal tidak dapat hadir didalam perkuliahan yang saya ampu dan para pembaca yang budiman yang karena lain dan sesuatu hal membuka situs blog saya ini.

Karena pada hakekatnya tehnologi memiliki dua sisi yang berlawanan mampu memberi manfaat bagi perkembangan umat manusia dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan manusia itu sendiri, sebagai pengajar tentunya saya memilih memanfaatkannya untuk kebajikan dengan menyebarkan ilmu yang saya miliki meskipun ilmu itu tidaklah sebanding dengan ilmu dari Sang Pencipta yang dapat kita lihat dari hasil ciptaanya di alam semesta ini

Blog Archive

LabPixies Clock

  © ugik thanks to for amazing template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP